Feb 5, 2016

SPHERE X CGV BLITZ MARVELL CITY SURABAYA: FIRST IMPRESSION


Format 'Sphere X' mungkin masih terdengar sangat asing di telinga kalian. Bahkan waktu kita cari di google pun, tidak banyak informasi tentang format Sphere X yang benar-benar detail dan ditulis dalam bahasa selain Korea. Jadi apa itu Sphere X dan kenapa masih jarang ada yang tahu?

Feb 2, 2016

THE FINEST HOURS (2016): MOVIE + IMAX 3D REVIEW



Mengingat harga tiket IMAX yang sedikit lebih mahal dan butuh banyak perjuangan untuk mendapatkan seat terbaik, apakah The Finest Hours benar-benar layak ditonton dalam format IMAX, atau cukup disaksikan di bioskop reguler saja? Let’s find out.

Jan 30, 2016

THE HIMALAYAS (2015): PETUALANGAN PARA PENAKLUK PUNCAK EVEREST


Genre: Adventure, Drama, Biography
Negara: Korea
Studio / Distributor: CJ Entertainment / Jive Entertainment
Tanggal Rilis: 20 Januari 2016 (CGV Blitz, Cinemaxx, Platinum)
Format: Regular 2D, Sphere X, Starium

Plot:
Diadaptasi dari kisah nyata, The Himalayas berkisah tentang dua orang sahabat, Um Hong-gil (Hwang Jeon-min) dan Park Moo-Taek (Jung Woo), yang mempunyai ambisi untuk menjadi orang Korea pertama yang menaklukkan semua puncak tertinggi pegunungan Everest. Tetapi, sebuah kejadian tragis telah mengubah kehidupan mereka untuk selama-lamanya.

Jan 18, 2016

THE 5TH WAVE (2016): MOVIE + 4DX 2D REVIEW


Genre: Action, Sci-fi
Negara: Amerika
Distributor: Sony Pictures Indonesia
Tanggal Rilis: 15 Januari 2016 (wide)
Format: Regular 2D, 4DX 2D, Sphere X 2D

Kehadiran 4DX di Indonesia tahun 2013 kemarin mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat dan pecinta film yang mengutamakan pengalaman menonton yang maksimal. Namun dengan harga tiket yang jauh lebih mahal (hampir dua kali lipat harga tiket reguler), tentu kalian harus lebih cermat memilih film mana yang layak ditonton dalam format 4DX dan mana yang cukup ditonton dalam format reguler. Dalam post ini, saya akan membantu kalian membuat keputusan.

Jan 14, 2016

THE FOREST (2016): J-HORROR WANNABE YANG GAGAL TOTAL




Genre: Horror.
Negara: Amerika.
Distributor: Sony Pictures Indonesia.
Tanggal Rilis: Jumat, 8 Januari 2016 (wide).

Plot:
Sara (Natalie Dormer) mendapat kabar kalau saudara kembarnya, Jess (juga diperankan oleh Natalie Dormer), menghilang di Hutan Aokigahara, Jepang (dikenal sebagai tempat bunuh diri) dan akan dianggap meninggal oleh kepolisian Jepang kalau Jess tidak berhasil ditemukan dalam kurun waktu dua hari. Tak percaya atas kabar itu, Sara berangkat ke Jepang untuk mencari adiknya. Setibanya di sana, dia bertemu dengan wartawan misterius, Aiden (Taylor Kinney) yang kebetulan tengah meliput Hutan Aokigahara dan mau membantu Sara mencari adiknya.

2016 MOVIE GUIDE: THE YEAR OF SUPERHEROES



2015 was a great year. Hollywood tengah membangun kembali kejayaan franchise-franchise hebatnya yang sempat mati suri selama beberapa tahun untuk generasi baru maupun fans setianya. Mulai dari Mad Max: Fury Road, Jurassic World, Creed, The Peanuts Movie, hingga Star Wars: The Force Awakens sukses membuktikan bahwa franchise berusia puluhan tahun ini masih mempunyai energi dan fanbase yang besar, meski di bayang-bayangnya juga ada Terminator: Genisys yang hancur lebur itu.

And 2016 is going to be a great year, too. 2016 adalah tahunnya supehero, di mana DC resmi memulai perang dengan Marvel. DC memajukan Batman v Superman dan Suicide Squad di bulan Maret dan Agustus sebagai gelombang pertama dari saga Justice League. Sementara Marvel memajukan Captain America: Civil War (atau bisa disebut juga Captain America v Iron Man) dan Doctor Strange di bulan Mei dan November. Oh, jangan lupa pula dengan franchise X-Men kebanggaan Fox yang juga merilis tiga film X-Men tahun ini: Deadpool, X-Men: Apocalypse, dan Gambit di bulan Februari, Mei, dan Oktober. Kemudian kita juga punya spin-off Harry Potter Fantastic Beasts and Where to Find Them dan Ghostbusters yang kembali ke layar lebar untuk menguji keloyalan fans setianya. Yes, it’s going to be a great year!

Dec 7, 2015

CGV BLITZ MARVELL CITY SURABAYA: FIRST IMPRESSION


So, what took them so long? adalah kalimat pertama yang saya ucapkan ketika mendapat undangan ke acara soft opening CGV Blitz di Marvell City Surabaya, hari Jumat, 4 Desember 2015 kemarin. Kehadiran CGV Blitz (dulu Blitzmegaplex) di Surabaya memang mempunyai lika-liku sejarah yang sangat menarik. Desas-desusnya sudah dimulai sejak tahun 2008 (that’s like seven fucking years ago) ketika mereka mulai merencanakan ekspansi jaringannya di luar Bandung dan Jabodetabek. Surabaya memang selalu dijadikan target utama oleh para pebisnis yang ingin melakukan ekspansi usahanya di luar Jabodetabek. Pertama, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kedua, kemampuan ekonomi masyarakatnya sangat baik. 

WARNING: kualitas audio-visual yang digambarkan di review ini TIDAK MEWAKILI kualitas audio-visual ketika CGV Blitz dibuka untuk umum tanggal 8 Desember 2015 nanti.

Nov 24, 2015

THE HUNGER GAMES MOCKINGJAY PART 2 (2015): MOVIE + IMAX 3D REVIEW

Mengingat harga tiket IMAX yang sedikit lebih mahal dan butuh banyak perjuangan untuk mendapatkan seat terbaik, apakah Mockingjay Part 2 benar-benar layak ditonton dalam format IMAX, atau cukup disaksikan di bioskop reguler saja? Let’s find out.

Nov 9, 2015

10 REASONS WHY SPECTRE IS ONE OF THE BEST JAMES BOND MOVIE EVER


Spectre, saya yakin kalian semua sudah tahu, telah dirilis hari Jumat 6 November kemarin dengan sambutan yang kurang meriah dari penonton. Ada yang bilang Spectre adalah film Bond terburuk sepanjang masa, ada yang bilang membosankan, ada juga yang bilang bagus banget. Entah itu penonton awam, atau kritikus, atau fans Bond era Daniel Craig, pendapat mereka soal Specte kebanyakan sangat kontras. Tapi sebagian besar fans Bond fanatik pasti setuju pada satu hal: Spectre adalah film James Bond yang sebenarnya. 

Oh, tentu kalian semua sudah tahu soal pro dan kontra James Bond versi Daniel Craig yang terus menjadi perbincangan setiap kali filmnya dirilis. Sebagian besar fans yang sudah terbiasa dengan era Roger Moore dan Pierce Brosnan tidak menyukai Bond era Daniel Craig yang sangat serius, brutal, dan telanjang tanpa gadget. Ketika film espionage lain mulai banyak yang mengekor formula James Bond, sang trendsetter sendiri justru mulai kehilangan identitasnya. That’s what we thought about Casino Royale, Quantum of Solace, and Skyfall.
Dan entah apa yang dipikirkan oleh Sam Mendes, Spectre justru keluar dari formula Bond era Daniel Craig dan tampil seperti fans service yang luar biasa bagi pecinta film-film Bond klasik. Sementara para penonton yang mengharapkan nuansa Spectre seperti film-film sebelumnya justru kecewa berat dengan beragam alasan.

Menurut kami, para fans Bond yang tidak menyukai Quantum of Solace dan Skyfall kemarin, berikut sepuluh alasan mengapa Spectre adalah salah satu film James Bond terbaik yang pernah dibuat. 
[SPOILERS AHEAD!]

Oct 3, 2015

3 DARA (2015): KEORISINALAN YANG SEMU



Film bertema body swap (bertukar tubuh) ataupun gender bending (laki-laki menjadi perempuan, dan sebaliknya) memang sudah bukan hal yang baru lagi di industri perfilman. Di Asia, ide cerita seperti ini bisa dibilang sebagai ‘cara instan’ yang sering ditempuh para filmmaker untuk membuat film atau serial TV rom-com / fantasy yang pasti ampuh menarik dan mengundang tawa penonton. Cukup dengan menyodorkan surat kontrak kepada aktor dan aktris yang sangat tenar, sedikit tweak naskah di sana-sini, dan bam, sukses besar.